Buku al-Matsnawi ini bukanlah kumpulan syair yang terdiri atas dua rangkap, melainkan kumpulan risalah yang menjadi semai Risalah Nur secara umum. Akan tetapi, secara redaksional, susunan kalimatnya mirip dengan buku al-Matsnawi ar-Rumi yang singkat dan padat. Selain itu, keduanya ada kemiripan dari segi pengukuhan terhadap hakikat-hakikat keimanan. Atas dasar itu, buku ini diberi judul al-Matsnawi an-Nuri.
Sejatinya, isi al-Matsnawi adalah benih Risalah Nur sekaligus sebagai ikhtisarnya. Tentu saja, benih sesuatu memuat keseluruhan potensinya. Sebagai ikhtisar, tentu merangkum keseluruhan isinya. Tidak heran jika buku ini menghimpun berbagai bentuk gaya bahasa, kiasan, perumpamaan, dan ragam retorika lainnya dalam menjelaskan hakikat-hakikat keimanan dan keislaman yang dijelaskan secara detail dalam Risalah Nur, terutama tentang ketuhanan, kenabian, kebangkitan serta ibadah dan keadilan.
Dengan menyelami halaman demi halaman buku ini, pembaca akan menemukan corak baru dan khas dalam merevitalisasi nilai-nilai keimanan dan keislaman yang jarang ditemukan di buku lainnya. Pasalnya, penulis memadukan antara pendekatan rasional dan emosional sehingga pembaca akan terpikat dengan kedalaman makna dan keindahan substansi yang menyentuh hati dan akal secara bersamaan.





